Fungsi Inclinometer Pada Pembangunan Basement

Juni 14, 2017


Basement adalah bagian dari sarana sebuah gedung bertingkat tinggi. Tidak mungkin sebuah gedung tinggi dibangun tanpa adanya basement. Umumnya luas lantai basement menghabiskan areal tanah yang ada. Lantai basement biasanya dimanfaatkan untuk : 1) balancing gedung di atasnya, 2) ruang parkir kendaraan, 3) ruang pengelola gedung, 4) pendukung utilitas gedung, seperti penempatan ruang panel, reservoir, dan kebutuhan lain.
Basement memberikan  satu kesempatan untuk ahli bangunan untuk mencapai suatu titik balik dalam pengeluarannya, dan customer/klien untuk mendapatkan keuntungan dengan membangun sebuah bagunan yang bernilai potensi lebih. Dalam pelaksanaan konstruksi basement, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yakni metode konstruksi, retaining wall dan dewatering.

Pemilihan tipe Basement

Sebelum menentukan tipe basement seperti apa yang akan dibangun, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan demi kesempurnaan bangunan. Faktor – faktor tersebut antara lain: 
  • Ketinggian air tanah di lokasi 
  • Kemungkinan kontaminasi dari air tanah 
  • Drainase alami 
  • Jenis tanah 
  • Akses ke lokasi

Kebutuhan dari tembok di bawah tanah

  • Kemantapan struktural 
  • Ketahanan 
  • Pengeluaran kelembaban 
  • Buildability

Tipe – Tipe Basement

1.Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)
Struktur tidak memiliki perlindungan integral untuk melawan penetrasi air tanah dan selanjutnya sangat bergantung pada lapisan membran kedap air (waterproofing membrane). Sistem struktur anti air yang dipilih harus dapat mengatasi tekanan hidrostatik dari air bawah tanah, bersama dengan lapisan yang ada sesuai dengan beban yang ditumpu.


Struktur tembok dapat menggunakan pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos ataupun batuan keras dengan sistem struktural kedap air digabungkan secara eksternal selama konstruksi. Atau dapat diterapkan secara internal pada basement yang telah selesai dibangun. Tembok batuan keras (masonry) bisa jadi memerlukan penambahan semen untuk menghasilkan permukaan yang cukup bagus untuk mendapatkan sistem kedap air yang diharapkan.
Bentuk konstruksi ini cukup mumpuni tergantung dari sistem kedap air (waterproofing) yang dipakai, juga menghasilkan ketahanan yang tingggi dari pergerakan air tanah.


2.Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)
Struktur membutuhkan pembangunan struktur itu sendiri untuk dibangun sebagai kulit integral tahan air. Pembangunan beton yang dikuatkan atau pratekan yang tanpa alternatif lain, struktur basement haruslah dirancang dengan parameter yang pasti dan ketat untuk memastikan ketahanan airnya. Kebanyakan rancangan harus dibangun sesuai dengan rekomendasi BS 8007 atau BS 8110, yang memberikan petunjuk kwalitas beton dan jarak antar tulangan. 
Tanpa adanya tambahan membran yang terpisah, bentuk konstruksi ini bisa dikatakan tidak sama tahannya terhadap air dan pergerakan uap air seperti tipe A atau C


3.Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)
Struktur menggabungkan rongga alir di antara struktur basement. Ketergantungan permanen daripada rongga ini untuk mengumpulkan air tanah sepanjang palung rembesan struktur dan langsung meneruskan air tersebut ke pembuangan air dari drainase atau dengan pemompaan.

Struktur tembok dapat menggunakan pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos ataupun batuan keras. Tembok basement bagian luar harus memiliki ketahanan yang cukup terhadap air untuk memastikan rongga air yang ada hanya mendapatkan limpahan air yang terkontrol. Jika tidak, sistem rongga ini tidak dapat mengatasi air bah melewati batas limpahan air terutama selama kondisi badai/banjir.


Bentuk konstruksi ini cukup mumpuni tergantung dari sistem kedap air (waterproofing) yang dipakai, juga menghasilkan ketahanan yang tingggi dari pergerakan air tanah.

Bicara tentang basement tentunya akan ada penggalian tanah yang dilakukan, untuk itu diperlukan sebuah instrumen Inclinometer yang berfungsi untuk memonitoring pergerkan tanah secara lateral sehingga dapat mengetahui kondisi tanah yang terjadi saat melakukan pekerjaan, sebagai Warning jika terjadi prilaku aneh pada tanah. Dengan demikian Inclinometer sudah tentu dapat di instalasikan pada pembangunan basement.


Di dalam instalasi instrumen Inclinometer terdapat proses penggalian tanah terlebih dahulu untuk menanamkan “casing Inclinometer” sedalam ketentuan yang telah ditentukan dan diasumsikan. akan terjadi pergerakan untuk mendapatkan informasi pergerakan pada kedalaman tertentu, saat terjadi pergerakan maka profil casing yang telah tertanam akan mengikuti pergerakan yang akan terjadi, maka dari itu kita dapat mengetahui besarnya pergerakan, dan arah pergerakan yang terjadi untuk kemudian kita monitoring pergerakan tanah dengan menggunakan alat Mens Digital Inclinometer. Proses pengambilan data dilakukan sesuai dengan prosedur dan quantitynya disesuaikan permintaan oleh konsultan.

Berikut Foto-foto Instalasi Pipa Inclinometer:




You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images